Penghasilan dari Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis Tiket Pesawat Penghasilan dari Bisnis Tiket Pesawat
pulsagram Penghasilan dari Bisnis Tiket Pesawat

Halaman ini menampilkan cuplikan dari komisi bisnis tiket pesawat pada akun saya.

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari

Bisnis Tiket Pesawat – Voucher Hotel Online

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline dan hotel.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket dan voucher hotel anda.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Penumpang anda bisa langsung terbang dan bisa langsung menginap dihotel
7. Anda bisa menjual kembali tiket dan voucher hotel tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Penasaran dengan hasil yang bisa didapat dari bisnis online tiket pesawat?

Komisi Bisnis Tiket Pesawat 300x203 Penghasilan dari Bisnis Tiket Pesawat

mau hasil seperti ini? jangan cuma mimpi di siang bolong. bertindaklah! gabung di bisnis tiket pesawat!

Silakan klik pada tampilan komisi bisnis tiket pesawat di atas untuk mencari tahu lebih banyak seputar peluang usaha bisnis tiket pesawat.

Biaya pendaftaran sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi pendapatan yang bisa kita peroleh. Bila cita-cita anda adalah meraih kebebasan finansial, maka peluang bisnis tiket pesawat ini sangat layak menjadi salah satu kandidat untuk anda pertimbangkan.

Jika Anda berpikir bahwa Anda bisa sukses di Bisnis Online Tiket Pesawat, maka Anda Pasti akan sukses. Namun untuk mencapai sukses tersebut, Anda perlu BERTINDAK!

Sebagai pengguna internet, daripada hanya menghabiskan waktu tanpa menghasilkan sesuatu yang bernilai, sebaiknya mengambil satu langkah kecil yang dapat mengantarkan anda meraih kebebasan finansial dengan bergabung di bisnis tiket pesawat ini.

Siapa Saja Yang Bisa Bergabung??

Siapapun diri anda, anda bisa bergabung dan memanfaatkan Bisnis Tiket Pesawat dan Voucher Hotel. Jika anda termasuk dalam kategori orang-orang di bawah ini, maka bisnis ini sangat cocok untuk anda.

  1. Sekretaris, yang sering diminta tolong oleh pimpinan perusahaan untuk mencarikan tiket pesawat dan voucher hotel .
  2. Public Relation, Protokoler, HRD, Marketing yang sering melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dan berhubungan dengan banyak orang sehingga butuh penginapan hotel..
  3. Mahasiswa yang ingin berlatih untuk berusaha, berhubungan dengan banyak orang, mandiri secara finansial dan tidak menggantungkan biaya dari orang tua.
  4. Karyawan yang ingin menambah penghasilan bahkan bermimpi memiliki kebebasan finansial.
  5. Penganggur yang tidak memiliki aktifitas namun tidak ingin waktunya sia-sia.
  6. Pencari Peluang yang selalu membuka mata dan telinga untuk meningkatkan taraf hidupnya.
  7. Semua orang yang ingin berhasil, berlatih berusaha, berlatih menjadi pengusaha dan tidak ingin menjadi kuli bagi orang lain.

Investasikan Rp. 100.000 Anda di tempat yang tepat yang dapat mengubah hidup Anda selamanya.

JOIN BISNIS TIKET PESAWAT

Keluarga Muda, Peluang Besar Bagi Industri Rumahan – KOMPAS.com

Bisnis Tiket Pesawat Keluarga Muda, Peluang Besar Bagi Industri Rumahan   KOMPAS.com
pulsagram Keluarga Muda, Peluang Besar Bagi Industri Rumahan   KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kreativitas bukan semata-mata kemampuan yang diperlukan para entrepreneur. Rupanya, kenekatan juga menjadi salah satu kunci penting jika ingin berhasil berbisnis. Setidaknya, itulah yang dibuktikan oleh pemilik dan pendiri Hello Home, Lia Susetio.

Tentu, selama pelaku bisnis masih jeli menganalisa pasar. Keluarga muda di Indonesia jumlahnya banyak. Jadi, kebutuhan mereka bisa jadi sumber rezeki.

Booth mungil milik Lia yang berada di bawah eskalator Jakarta Convention Center (JCC) menarik perhatian Kompas.com. Di antara booth material bangunan dalam Mega Build Indonesia, Kamis (17/4/2014), booth mungil Lia menawarkan sesuatu yang berbeda.

Alih-alih menawarkan material bangunan “maskulin” seperti semen, lampu, cat, dan baja, Lia justru menjual dan mengenalkan produk Hello Home buatannya sendiri berupa sarung bantal penuh warna. Bahkan, salah satu sarung bantal tampak bergambar komik Tintin karya Hergé.

Hello Home, bisnis rumahan yang dirintis Lia, merupakan barang-barang kerajinan tangan. Mulai dari sarung bantal, tatakan gelas, karpet, serta keperluan rumah tangga lain yang bisa dipesan khusus. Patokan harga yang ditawarkan pun masih cukup terjangkau, yaitu antara Rp 50.000 sampai Rp 500.000-an.

Lia bercerita, dia baru mulai bisnis ini enam bulan lalu, usai berhenti bekerja. Padahal, belum jelas keuntungan yang bisa dia hasilkan. “Sebenarnya saya mulai berbisnis pada November 2013. Sebelumnya saya memang karyawan swasta, profesional, tapi memang punya passion di sini, jahit dan desain,” ujar Lia.

Dia mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan desain interior. Namun, Lia yang sebelumnya bekerja di bidang marketing rupanya tahu bagaimana “menjaring” minat konsumen. Dia menyasar para keluarga muda yang ingin mendekor rumah baru mereka.

“Saya melihat prospeknya masih (bagus), kuenya masih besar, banyak banget keluarga muda yang ingin bikin rumahnya nyaman, ingin mix and match tapi tidak mahal juga. Jadi, memang saya sengaja. Kalau dilihat, barang-barangnya affordable semua,” terang Lia.

Lia mengungkapkan, tidak sedikit konsumennya sadar bahwa dia banyak menggunakan corak menarik. Itulah daya tarik terbesar produknya. Lia tidak takut memadukan corak batik, corak geometris, serta gambar kartun. Hal ini memang sengaja dia lakukan karena trennya sedang mengarah ke sana.

“Orang sekarang makin cari barang yang tidak terlalu ‘berat’. Mereka pasti cari warna yang lebih terang. Dulu kita lihat rumah orangtua kita warnanya gelap, ukir-ukiran. Sekarang, kombinasi antara lokal sama apa yang kita lihat di luar. Mungkin banyak barang yang minimalis tapi dikombinasikan dengan sentuhan lokal. Seperti bambu ini dari Bali atau Jogja. Dikombinasikan dengan produk Ikea juga oke,” imbuhnya.

Lantas, berapa banyak yang bisa dihasilkan Lia setiap bulan? Menurutnya, omzet tiap bulan saat ini bisa mencapai lebih dari Rp 50 juta. “Sejauh ini saya sudah mulai berani menggaji diri saya sendiri. Bulan-bulan pertama saya belum gajian, sekarang sudah gajian,” ungkapnya sambil tertawa. Lia bahkan sudah punya rencana mendistribusikan produknya lewat seorang kawan di Australia. “Tapi masih wacana,” tandasnya.

Source Article from http://properti.kompas.com/read/2014/04/17/1915131/Keluarga.Muda.Peluang.Besar.Bagi.Industri.Rumahan?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp