Usaha Sampingan Bisa Membawa Keuntungan Besar – Rakyat Kalbar

Bisnis Tiket Pesawat Usaha Sampingan Bisa Membawa Keuntungan Besar   Rakyat Kalbar
pulsagram Usaha Sampingan Bisa Membawa Keuntungan Besar   Rakyat Kalbar

Pontianak – Siapa bilang usaha sampingan tidak dapat berkembang dengan pesat? Buktinya beberapa orang yang sudah melakukan usaha sampingan selain pekerjaan inti mereka, ternyata membawa hasil yang sangat besar. Usaha yang tadinya dianggap sebagian orang memerlukan modal sangat besar dan memerlukan waktu lama untuk mendapatkan keuntungan, ternyata tidak sesulit itu.

Salah satu pegawai swasta, Wati Susilawati, mengaku sudah beberapa tahun melakukan usaha sampingan sebuah makanan dan minuman yang ia beli dari sebuah produk dan mendapatkan keuntungan yang lumayan.

“Makanan dan minuman ini sudah ada mereknya, kita hanya membeli merek dan penjualan serta keuntungan bisa kita dapatkan setiap bulannya, hasilnya alhamdulillah,” ungkapnya kepada Rakyat Kalbar, Sabtu (20/10).

Menurutnya, di awal usahanya, ia sedikit mengalami paranoid akibat belum memahami strategi yang harus dilakukan untuk usaha kecilnya. Karena ia juga memiliki pekerjaan yang tak kalah pentingnya dengan usaha sampingannya tersebut.

“Meski sampingan, saya tidak menyepelekan usaha saya, keduanya tetap harus dilakukan secara serius dan ternyata tidak memerlukan biaya yang cukup besar asal tahu strategi,” kata Wati.

Sementara Amir, 30, salah satu pegawai hotel berbintang di Kota Pontianak memiliki usaha sampingan menjual tas-tas branded dengan kualitas yang tak kalah dengan aslinya. Namun dijual dengan harga yang sangat ringan.

“Untuk hasilnya sendiri lumayan besar, karena untuk tasnya saya dapatkan dari teman yang sering ke luar negeri, tetapi untuk penjualan saya tidak terlalu ambil untung besar, kalau banyak yang dijual itu sudah menguntungkan,” kata Amir.

Mereka merupakan salah satu orang dengan usaha sampingan yang dapat memanfaatkan waktu dengan peluang bisnis. Kalau dijalankan dengan serius, maka kita pasti akan berhasil meski dengan usaha sampingan sekaligus. (dina prihatini wardoyo).

View the original article here

Menikmati Keuntungan Kopi Papua – Koran Sindo

Bisnis Tiket Pesawat Menikmati Keuntungan Kopi Papua   Koran Sindo
pulsagram Menikmati Keuntungan Kopi Papua   Koran Sindo


Prawito tadinya tidak menyangka komoditas kopi asal Pegunungan Bintang,Papua ini dapat memberi keuntungan menarik. Peluang usaha ini berawal ketika sepupu Prawito yang berada di Papua,bernama Winardi,kedatangan suku asli di sebuah gudang di distrik Wamena dan menawarkan kopi hasil panennya. Meski sempat ragu dan bingung memanfaatkan komoditas ini,20 kg kopi mentah pun dikirimkan ke Jakarta.

Bermodalkan koneksi di salah satu coffee shop ternama di daerah Senopati, Prawito pun berniat menjual kopi mentah tersebut. Dari tempat inilah semua bermula. ?Dia tanya jenis kopinya, tapi saya buta sama sekali tentang kopi. Bentuknya juga berantakan, tapi setelah digoreng (sangrai/roasted) 1 kg, dia bilang ini bisa jadi kopi bagus,? kenang lulusan Sastra Jepang Universitas Bina Nusantara ini.

Setahun lamanya Prawito mempelajari seluk beluk kopi dan pengolahannya. Setelah mendapatkan masukan dan tambahan pengetahuan baik dari teman, buku, maupun informasi lainnya secara perlahan Prawito menerapkan cara mengolah kopi yang baik sehingga menghasilkan produk yang disebut Arabica Specialty Coffee.

Pekerjaan di sebuah event organizeryang telah empat tahun dilakoninya pun mulai ditinggalkan dan fokus di usaha ini. ?Akhirnya saya aplikasikan ilmunya ke sana (Papua) ngajarinnya lumayan juga,satu tahunan,?ujar penggila fotografi ini. Dari segi rasa,kata Prawito, ahli yang mencicipi kopi Papua mengatakan,kopi ini memiliki cita rasa campuran cokelat, buah-buahan, dan sedikit rasa tanah.

Biji kopi dapat disebut sebagai biji kopi spesial bila memenuhi beberapa syarat utama di antaranya tanaman kopi harus tumbuh minimal di ketinggian 1.200?2.200 di atas permukaan laut. Papous Coffee merupakan kopi yang berasal dari Papua tepatnya di pegunungan Lembah Baliem Wamena,lembah di pegunungan Jayawijaya dengan ketinggian di atas 1.600 meter atau puncak lembah dengan ketinggian tertinggi di Indonesia.

Biji kopi mentah (Green Bean) menjadi awal usaha Papous Coffee. Nama Papous diambil dari sebutan Belanda untuk Papua pada zaman penjajahan dahulu, Papoos. Perkebunan ini memang tadinya perkebunan milik Belanda pada zaman penjajahan.?Saya baca-baca zaman dulu Pulau Papua itu di peta kuno namanya Papoos/Papous,?ujarnya.

Dengan modal Rp30 juta dari tabungan pribadinya, Prawito mulai membeli kopi dalam jumlah besar.Sebanyak 500 kg kopi langsung diboyong ke Jakarta dengan perantara saudara sepupunya, membeli hasil kopi dari petani skala kecil yang tinggal di lembah Baliem, dekat Kota Wamena dan di lembah Kamu, dekat Kota Moanemani.

Kedua wilayah ini terletak di ketinggian antara 1.400 dan 2.200 meter di atas permukaan laut. Selain untuk membeli kopi, uang tersebut juga dipakai untuk membeli alat sortir,membayar tenaga orang, serta ekspedisi barang. ?Itu pas tahun kedua, setelah belajar kopi,pakai uang tabungan,? ungkap anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Awalnya Prawito mulai menjadi penyuplai biji kopi mentah untuk satu kopi di daerah Senopati. Tak lama permintaan kopi khas Papua berkembang dan menjadikan dirinya sebagai penyuplai untuk beberapa produsen kafe seperti Anomali, JJ Royal Coffe,Maharaja Coffe,Santino Coffee, Roswell Coffee, dan sejumlah kafe atau coffee house lainnya.Selain itu,produk kopi ini juga sudah masuk di Grand Lucky SCBD, KemChick Kemang, dan beberapa pasar swalayan.

? Untuk sementara promosi kita lebih banyak online. Facebook, Twitter, dan dari teman-teman yang terdekat dulu,?tuturnya. Selain Green Bean, pada 2010 Papous mulai mengembangkan produk biji kopi matang (Roasted Bean Coffee). Untuk produk ini Green Bean yang telah melalui proses sortir dipanggang menggunakan mesin ?roaster?.Roasted Bean pun dikemas dalam beberapa macam ukuran yaitu 100 gr,200 gr, dan kemasan 1 kg.

Kemasan kopi ini pun dibuat secara khusus dengan menggunakan kemasan khu-sus kopi yang diimpor dari Taiwan. ?Kalau ke distributor kita ada quantity minimumnya, di atas 5 kg,?ujar pria kelahiran 1980 ini. Produk terakhir, Coffee Bar, konsep mini kafe yang dirintis pada 2011 dengan menyajikan kopi siap minum dengan berbagai menu andalan Papous Coffee untuk berbagai acara.

Prawito pun telah mempekerjakan seorang pegawai gudang di daerah Bekasi dan dua orang pegawai Coffee Bar. Selain itu, Prawito juga memanfaatkan beberapa keluarga yaitu sekitar 15 keluarga di sekitar Bekasi yang bertugas untuk menyortir kopi. Hingga tahun keempat, Prawito sudah merasakan wanginya keuntungan kopi Papua ini.

Secara omzet,kata Prawito, tiap produk memberikan kontribusi yang berbeda. Green Bean masih menjadi kontributor terbesar, yang dalam setahunan menghasilkan omzet sekitar Rp200-300 juta.?Green Bean hitungannya satu tahun, kira-kira Rp200-300 juta, tapi itu masih kecil karena kita terbatas di dana. Kalau misalnya suatu saat kita kuat bisa lebih dari itu,?tuturnya.

Sementara produk Roasted Bean Coffee setiap bulan bisa menghasilkan omzet sekitar Rp10-15 juta, dan Coffee Bar menghasilkan omzet sekitar Rp15 juta per bulan. ?erichson sihotang

View the original article here